Annisa

Kontributor

2 minggu yang lalu


Melabeli Emosi: Skill Hidup yang Bikin Kita Lebih Tenang dan Nggak Gampang Meledak-Ledak

2 minggu yang lalu - By Annisa

Pernah nggak sih, ngerasa bad mood seharian tapi nggak tahu kenapa? Atau, tiba-tiba overthinking sampai susah tidur, tetapi nggak bisa menjelaskan perasaan yang bikin gelisah? Ternyata, salah satu alasan kita sering kebingungan dengan emosi sendiri adalah karena kita nggak bisa atau nggak terbiasa memberi label pada emosi itu. Yup, memberi nama pada perasaan yang kita rasakan, alias affect labelingternyata punya efek besar buat kesehatan mental kita. Bukan cuma sekadar teori psikologi, tapi ini skill hidup yang bisa bikin kita lebih tenang dan nggak gampang meledak-ledak!

Kenapa Harus Melabeli Emosi?

Bayangin kamu lagi bete karena tugas kuliah yang numpuk, terus ada teman yang nanya, "Kamu kenapa?" Kalau jawabannya cuma "Nggak tahu, pokoknya kesel aja!" rasanya kayak stuck, kan? Tetapi, kalau kamu bisa bilang, "Aku frustrasi karena ngerasa merasa nggak punya cukup waktu buat ngerjain semuanya," otak kamu akan lebih mudah mencari solusi. Melabeli emosi itu kayak mengoperasikan Google Maps ke otak kita, begitu tahu arahnya, kita bisa lebih gampang mengatasinya.

Efek dari Melabeli Emosi

Menurut penelitian, memberi nama atau label pada emosi bisa menenangkan otak kita, terutama bagian amigdala yang bertanggung jawab atas respons stres. Dengan kata lain, ketika kita bisa bilang, "Aku sedih karena merasa diabaikan," dibandingkan cuma merasa "down," tubuh kita jadi lebih tenang. Ini juga bikin kita lebih memahami diri sendiri dan nggak gampang terbawa oleh drama emosional.

Kehidupan Sosial Terasa Jauh Lebih Mudah

Selain bikin kita lebih sadar sama diri sendiri, affect labeling juga bikin komunikasi lebih lancar. Misalnya, dibanding ngomel ke pasangan, "Kamu nyebelin banget!" dan bikin konflik nggak jelas, akan lebih baik kalau bilang, "Aku kecewa karena kamu lupa sama janji kita." Dengan begitu, orang lain juga lebih paham perasaan kita, dan hubungan bisa menjadi lebih sehat.

Tips Praktis Melabeli Emosi

Gimana caranya memulai affect labeling? Simpel! Pertama, kamu perlu memperkaya kosakata emosi. Jangan sekadar pakai kata "sedih," "marah," atau "senang," tetapi coba eksplor kosakata seperti "frustrasi," "kecewa," "cemas," atau "terharu." Semakin detail kita bisa menggambarkan perasaan, semakin mudah otak kita memahami dan mengelolanya. 

Kedua, biasakan cek emosi kamu dengan rutin bertanya, "Apa yang sebenarnya aku rasakan?" atau "Apa kata yang paling pas buat menggambarkan perasaanku sekarang?" Bisa juga dengan journaling atau ngobrol sama teman yang suportif. Semakin sering dilakukan, semakin mudah otak kita mengenali dan mengelola emosi.

Jadi, kalau habis ini kamu lagi merasa gelisah atau marah, coba berhenti sebentar dan kasih label ke emosimu. Mungkin awalnya kamu belum merasa terbiasa, tapi percayalah, ini bakal bikin hidup kamu lebih tenang dan terkontrol. Karena memahami diri sendiri adalah langkah pertama buat jadi versi terbaik dari diri kita!