Annisa

Kontributor

2 minggu yang lalu


Lebih Banyak Lebih Baik: Mitos Produktivitas?

2 minggu yang lalu - By Annisa

Pernah nggak sih, kamu merasa udah kerja keras, selalu sibuk, tetapi tetap merasa stuck? Bangun pagi, buka HP, langsung dihantam tumpukan tugas dan deadline. Rasanya seperti ada rasa bersalah kalau nggak produktif. Padahal, sibuk terus belum tentu bikin kamu lebih sukses, bisa jadi malah bikin kamu makin lelah dan kehilangan fokus!

Mitos Kerja Keras vs. Kerja Cerdas

Tahukah kamu kalau sebenarnya otak manusia nggak didesain buat bekerja tanpa henti? Studi menunjukkan bahwa setelah 90 menit fokus, performa otak mulai menurun drastis. Itu sebabnya orang-orang sukses seperti Einstein atau Steve Jobs justru sering beristirahat untuk memicu kreativitas mereka. Jadi, kalau kamu terus memaksa diri tanpa jeda, hasilnya bukan makin produktif, tapi makin burnout.

Rahasia Produktivitas: Kurangi, Bukan Tambah

Banyak orang berpikir kalau mau lebih sukses, harus menambah usaha, seperti tambah jam kerja, tambah meeting, tambah kebiasaan baru, dan tambah-tambah lainnya. Padahal, kadang yang perlu dilakukan justru adalah mengurangi. Yup, mengurangi! Kurangi distraksi, kurangi tugas nggak penting, dan fokus ke yang benar-benar berdampak. Misalnya, daripada menambah meeting, kenapa nggak potong kegiatan yang nggak perlu? Daripada kerja lebih lama, kenapa nggak kerja lebih fokus dalam waktu yang lebih singkat?

Kerja Pakai Flow, Bukan Hanya Tekad

Produktivitas bukan cuma soal tekad dan kerja keras, tetapi tentang bagaimana kamu masuk ke flow state, yaitu kondisi di mana kamu bisa bekerja dengan effortless dan super fokus. Caranya? Hapus distraksi, kerja dalam siklus fokus-istirahat berkala, dan cari tantangan yang pas (nggak terlalu gampang, tapi juga nggak bikin stres). Orang yang bekerja dalam flow bisa jauh lebih produktif daripada yang sekadar memaksakan diri.

Kesimpulan: Sukses Itu Bukan Tentang Sibuk, Tapi Tentang Fokus

Dunia sering mengajarkan kita bahwa sibuk itu keren. Namun, kalau mau benar-benar sukses tanpa burnout, kamu harus berpikir dengan cara yang berbeda. Bukan lagi bertanya "Apa lagi yang bisa aku lakukan?", tetapi "Apa yang bisa aku hilangkan biar lebih efektif?" Karena dalam produktivitas, lebih sedikit sering kali berarti lebih banyak.