publisher_artikel

Admin

1 minggu yang lalu


Avoidant Attachment Style: Kenapa Kamu Selalu Butuh untuk Menjaga Jarak?

1 minggu yang lalu - By publisher_artikel

Pernah nggak sih, kamu merasa nyaman dalam hubungan, tapi begitu mulai dekat secara emosional, malah ingin menjauh? Atau kamu lebih suka mengandalkan diri sendiri daripada bergantung pada orang lain? Kalau iya, bisa jadi kamu punya avoidant attachment style, yaitu pola keterikatan menghindar yang bikin kamu sulit merasa aman dalam hubungan dekat. Biasanya, ini terbentuk sejak kecil, terutama kalau kamu tumbuh di lingkungan yang kurang responsif secara emosional.

Orang dengan avoidant attachment sering terlihat mandiri dan nggak terlalu butuh hubungan yang dalam. Tapi di balik itu, ada ketakutan untuk terbuka dan merasa rentan. Misalnya, saat pasangan mulai menunjukkan perhatian lebih, kamu malah merasa risih dan menarik diri. Padahal, sebenarnya ini bukan soal nggak butuh orang lain, tapi lebih ke kebiasaan menekan emosi supaya nggak merasa kecewa.

Kabar baiknya, pola ini bisa diubah. Mulailah dengan jujur pada diri sendiri—apakah kamu benar-benar nyaman sendiri atau sebenarnya takut terluka? Latih diri untuk lebih terbuka dalam komunikasi dan izinkan diri merasakan emosi tanpa harus langsung menghindar. Nggak ada yang salah dengan punya batasan, tapi hubungan yang sehat tetap butuh keseimbangan antara kemandirian dan kedekatan.

Pada akhirnya, manusia memang butuh koneksi. Menjadi mandiri itu bagus, tapi bukan berarti kamu harus selalu menjaga jarak. Dengan memahami avoidant attachment, kamu bisa membangun hubungan yang lebih sehat, di mana kamu tetap punya ruang sendiri tanpa harus kehilangan kedekatan yang bermakna.